Jumat, 10 Agustus 2012

  • Pertama masuk ke dalam SO ubuntu 10.10.



  • Lalu masuk ke Terminal dengan cara Application - Accessories - Terminal.
  •   Ketikkan perintah “Sudo su” lalu masukkan password ubuntu lalu tekan ENTER.


  •   Setelah masuk ke dalam directory ubuntu lalu ketikkan perintah "Gksu nautilus".


  •  Setelah masuk ke dalam "file System" lalu masuk ke dalam folder "Boot".



    • Ini adalah tampilan di dalam folder "Boot", lalu masuk ke dalam folder "Grub".    

    • Ini adalah isi dari folder “Grub” lalu kita buka “grub.cfg".
     

    •  Lalu setting timeout = 20 dan setting menu color normal = white/green dan menu color highlight = green/white atau di ganti warna sesuai keinginan
       
       
    • Block menuentry “ Microsoft Windows XP Professional “
    •  Lalu di cut dan di pindah di atas menuentry “Ubuntu 10.10.”
    •  Klik "Save" 
    •  Close Terminal lalu Restart Ubuntu 10.10

    Kamis, 09 Agustus 2012

    Instalasi windows merupakan salah satu penginstalan dasar pada sistem OS. Sementara sistem operasi itu adalah program yang dibuat untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari sistem komputer. 
    Persyaratan Hardware untuk instalasi windows xp :  
    • Prosesor minimal 300 Mhz
    • RAM 128 Mb
    • Hardisk free space 1.5 Gb
    • CD-ROM / DVD
    Langkah-langkah instalasi windows xp : 
    • Masukkan CD master windows xp
    •  Booting menggunakan CD windows xp
    • Komputer melakukan booting melalui CD dan akn muncul menu untuk instalasi windows xp
    • Tekan tombol enter untuk melakukan instalasi dan tunggu sampai finish
    Instalasi Windows XP : 

    1. Masuk menu BIOS, pilih menu Boot dan pilih Boot Device Priority  

        
    2. Rubah CD-ROM pada posisi 1st Boot Device dapat boot dari CD-ROM
       

       Lalu restart komputer,dan masukkan cd windows xp


      3. Pada licensing agreement, tekan F8 untuk melanjutkan

       
      4. Membuat partisi baru tekan tombol C pada  keyboard, lalu tekan enter untuk instal



      5. Masukkan seberapa besar partisi yang diinginkan



      6. Tekan enter untuk instalasi dan tekan D untuk menghapus partisi yang dibuat



      7. Pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file sistem, lalu tekan enter



      8. Lalu akan muncul gambar berikut






      9. Setelah muncul seperti ini, klik next


      10. Isikan Nama dan Organisasi anda pada kolom yang muncul, kemudian klik next
             
             11. Lalu masukkan serial number

             
              12. Isikan Nama Komputer dan Password (administrator) untuk mengakses,lalu klik next

         
            13. Set Time Zone pada posisi (GMT+07:00) Bangkok, Hanoi, Jakarta.Lau klik next

          
           14. Setelah tampilan diatas akan muncul 2 pilihan untuk menentukna jaringan :
    • Typical setting : pada option ini settingan jaringan  akan dibuat default Windows dan
    • Custom setting : untuk mensetting jaringan anda secara manual. 
    • Pilih Typical setting untuk lebih familiar, lalu klik next 
      
         15. Bila anda sudah berada pada tampilan desktop seperti dibawah ini berarti instalasi         berjalan lancar. dan    instalasi windows xp selesai

     

    Rabu, 08 Agustus 2012


    BIOS (Basic Input/Output System)

    BIOS atau Basic Input/Output System merupakan software pertama saat Komputer atau Laptop Anda dinyalakan. BIOS inilah yang pertama kali akan mendata setiap hardware yang ada di Laptop anda, sehingga Sistem Operasi (Windows misalnya) bisa mempergunakan hardware tersebut. Karena posisinya yang sangat vital, proses Update BIOS akan membantu untuk meningkatkan kinerja laptop atau komputer Anda. Jika anda ingin masuk ke setup BIOS bisa dengan memencet tombol pada keyboard yaitu F2, delete atau dengan esc.

    Menu dan Fungsi pada BIOS
    Standart CMOS Setup
    •Time and date
    Melakukan perubahan waktu dan tanggal pada system BIOS.
    •Floppy Drive A and floppy Drive B
    Menentukan penggunaan floppy A dan B, berikut kapasitasnya.
    •Setup Harddisk
    Menentukan kapasitas dan keberadaan harddisk.
    •Primary Master
    Digunakan untuk harddisk utama atau harddisk system.
    •Primary Slave
    Digunakan untuk harddisk tambahan.
    •Secondary slave
    Digunakan untuk harddisk tambahan ke-2

    BIOS Features Setup
    1st Boot Device
    Menentukan pilihan pertama letak sistem boot untuk dibaca.
    2nd Boot Device
    Menentukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan.
    3rd Boot Device
    Menentukan device berikutnya jika pada pilihan 1st dan 2nd boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan
    4th Boot Device
    Menentukan device berikutnya jika pada pilihan 1st , 2nd dan 3rd boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan
    Try Other Boot Device
    Pilihan “yes” untuk memerintahkan komputer untuk terus mencari file sistem sesuai dengan boot device yang di-setup.
    Pilihan “no” untuk memerintahkan komputer hanya mencari pada boot device yang pertama saja.
    S.M.A.R.T for Harddisk
    Pilihan “enable” untuk menghindari harddisk dari kerusakan karna kesalahan suatu proses.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
    Quick Boot
    Pilihan “enable” untuk memerintahkan komputer agar mem-boot lebih cepat.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
    System Boot Up Num Lock
    Pilihan “on” untuk memerintahkan lampu num lock pada keyboard menyala sehingga penulisan angka dapat dilakukan.
    Pilihan “off” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Floppy Drive Seek at Boot
    Pilihan “enable’ untuk memerintahkan sistem agar mencari pada pada floppy disk pada saat mem-boot komputer.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Password Checking
    Pilihan “setup” untuk menentukan keberadaan password pada bios harus melalui setup.
    Pilihan “always” untuk menentukan keberadaan password pada bios harus selalu dicek pada saat mem-boot komputer.

    Cache Memory
    Pilihan “internal” berarti L1 digunakan dan L2 tidak digunakan.
    Pilihan “both” berarti L1 dan L2 digunakan.
    Pilihan “disable” berarti L1 dan L2 tidak digunakan.

    System Bios Shadow Cacheable
    Pilihan “enable” untuk menentukan lokaasi memori sistem BIOS menggunakan bayangan dan tersembunyi.
    Pilihan “disable” untuk menentukan lokasi memori sistem BIOS mengunakan bayangan dan tidak tersembunyi.

    OS Selector for DRAM>64
    Pilihan “enable” untuk menggunakan OS2/WARP dan memori lebih dari 64 MB.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
    Chipset Features Setup

    Virus Warning
    Pilihan “enable” untuk memerintahkan komputer mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk, biasanya dilakaukan oleh virus yang memperbanyak dirinya
    Pilihan “disable” untuk mencegah komputer agar tidak mendeteksi keberadaan virus.

    Enable Burst Cycle
    Pilihan “enable” untuk menggunakan read and write burst pada memori.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Cache Timing
    Pilihan “enable” untuk meningkatkan waktu penggunaan cache.
    Pilihan “standart” untuk menstandartkan waktu penggunaan cache.

    DRAM Timing
    Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan DRAM
    Pilihan “standart” untuk menstandartkan waktu penggunaan DRAM.

    Enhance VGA Performance
    Pilihan “enable” untuk meningkatkan kerja VGA
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    • IDE Timing
    Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan IDE.
    Pilihan “standart” untuk menstandarkan waktu penggunaan IDE standart.
    Power Managemant Setup

    Advanced Power Managemant
    Pilihan “enable” berarti sistem akan menggunakan power management.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Video Power Down Mode
    Pilihan “suspend” berarti layar monitor akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang diberikan.
    Pilihan “standby” berarti layar monitor akan melakukan standby dan menunggu untuk digunakan kembali.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Harddisk Power Down Mode
    Pilihan “suspend” berarti harddisk akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang diberikan.
    Pilihan “standby” berarti harddisk akan melakukan standby dan menunggu untuk digunakan kembali.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.

    Standby Time Out
    Pilihan “1-15M’ adalah jumlah waktu yang diberikan untuk melakukan standby.
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
    PNP/PCI Konfiguration
    Menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi plug and play hardware pada slot PCI.
    Load Setup Default
    Pilihan ini digunakan untuk memakai atau memanggil standart setup yang dimiliki oleh BIOS.
    Integrated Peripherals
    Pilihan “enable” untuk memerintahkan komputer agar menggunakan floppy disk controller pada motherboard (IRQ6)
    Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini

    Serial Port 1
    Pilihan “COM1” beerarti komputer akan menggunakan COM1/3F8 untuk serial port (IRQ4)
    Pilihan “COM3) berarti komputer akan menggunakan COM3/3E8 untuk serial port (IRQ4)
    Serial Port 2
    Pilihan “COM2” berarti komputer akan menggunakan COM2/2F8 untuk serial port (IRQ3)
    Pilihan “COM4” berarti komputer akan menggunakan COM4/2E8 untuk sserial port (IRQ3)
    Parallel Port
    Pilihan “LPT1” berarti komputer akan menggunakan LPT1/378 untuk paralel port.
    Pilihan “LPT2” berarti komputer akan menggunakan LPT2/278 untuk paralel port.
    Pilihan “LPT3” berarti komputer akan menggunakan LPT3/3B8 untuk paralel port
    Parallel Port IRQ
    Pilihan “auto” berarti parallel port akan mendeteksi IRQ yang akan digunakan.
    Pilihan “IRQ5” berarti parallel port akan menggunakan IRQ5.
    Pilihan “IRQ7” berarti parallel port akan menggunakan IRQ7.

    Password Setting
     


     







    Menu ini digunakan untuk memasukkan dan mengaktifkan kata kunci si pemakai.




    IDE Harddisk Detection
    Menu ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan harddisk secara otomatis berikut parameternya, seperti kapasitas, landing zone, jumlah sector, jumlah silinder, dan mode harddisk.

    Save and Exit Setup
    Pilihan ini untuk menyimpan semua hasil setup BIOS dan keluar dari menu setup BIOS
    Exit Without Saving
    Pilihan ini untuk keluar dari menu setup BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS



    Fungsi Bios
    1. Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
    2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
    3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
    4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
    5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

    Berikut ini adalah Langkah-langkah Sederhana untuk Proses Update BIOS Laptop/ Komputer Anda.

    1.  Cek versi BIOS Laptop Anda Saat ini
    Langkah pertama yang mesti dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop Anda saat ini. Anda bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.

    2.  Cek versi BIOS terbaru di vendor Motherboard

    Vendor Motherboard biasanya selalu menyediakan update untuk BIOS-nya langkah selanjutnya adalah cek versi terbaru BIOS di vendor motherboard yang Anda pakai.

    3.  Jangan lupa untuk Membaca File Read Me
    Setiap vendor mempunyai cara dan teknik berbeda dalam proses update BIOS, karena itu baca secara teliti file Read Me yang disediakan oleh vendor motherboard tersebut.

    4.  Proses Update BIOS
    Saat ini proses Update BIOS dilakukan dengan cara yang lebih mudah, Anda tinggal download Update BIOS terbaru dalam bentuk file .exe, close/ tutup semua program yang sedang berjalan kemudian double klik file .exe tersebut, reboot dan tunggulah sampai proses update berjalan. Jika proses update TERHENTI di tengah alias tidak selesai, maka bisa dipastikan komputer/Laptop Anda tidak akan bisa booting, karena itu pastikan power di Laptop dalam posisi full atau bahkan gunakanlah Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mencegah jika tiba-tiba mati lampu.

    Proses Update BIOS merupakan sebuah Langkah yang sangat beresiko, karena itu lakukan proses update ini dengan hati-hati. Jangan sekali-kali melakukan proses update BIOS jika Anda sendiri tidak yakin dan tidak siap dengan resiko yang mungkin terjadi jika terjadi kegagalan dalam proses update ini.

    Selasa, 07 Agustus 2012



    1 . Masuk Ubuntu dengan menggunakan user yang telah ada .

    2 . Klik System >Administraton > User And Groups .
     
    3 . Stelah masuk User &Groups , Klik Add.

    4 . Lalu ketik password user yang sedang di gunakan pada kolom password for ubuntu .

    5 . Setelah masuk pada createnew user , Lalu masukan nama & username pada kolom masing-masing .
    6 . Setelah masuk pada Change User Password , masukan password pada kolom new password & konfirmasi password pada kolom confirmation .
    7 . Lalu Klik OK , user anda sudahjadi .

    Memberi gambar user baru pada Linux Ubuntu
    1 . Log out , lalu masuk ke dalam user yang baru di buat .
    2 . Setelah masuk , klikPreferences > About Me .
    3 . Setelah masuk pada About Me , klik kotak yang belum terisi gambar user .
    4 . Pilih gambar yang akan digunakan pada user baru klik > Open .
    a
    5 . Setelah gambar sudah ganti , klik Close penggantian gambar user sudah selesai .


    Sekian & Terimakasih …


    VNC (Virtual Network Connection) adalah software yang dapat digunakan untuk meremote atau melihat aktivitas kerja dan berinteraksi dengan satu komputer melalui komputer lain dalam jaringan lokal maupun internet.
    Tujuan dari membangun VNC ini sendiri adalah untuk mempermudah dalam pengawasan atau memonitoring system kerja.
    Salah satu cara menghubungkan komputer server dan client yang memikiki OS berbeda dengan cara metode eksperimental yaitu komputer server bersistem operasi Linux dapat di kontrol oleh komputer client yang bersistem operasi Windows. Sehingga semua program yang ada di komputer server dapat disharing ke komputer client yang bersistem operasi Windows.

    Berikut langkah penginstallan dan penggunaan VNC :

    1. Setelah selesai mendownload VNC jalankan aplikasi dengan mengklik kiri 2 kali.
     2. Setelah itu klik next untuk melanjutkan instalasi .
        
    3. Pilih “I accept the agreement”, kemudian tekan Next .
        
    4. Pilih di direktory mana anda ingin menginstall aplikasi VNC ini .


    5. Pilih component yg ingin ada install.
        

    6. Untuk yg ini, perlu anda perhatikan adalah : Bila anda menginginkan PC anda hanya bisa di remote dari PC lain tanpa bisa meremote ke PC lain, pilih lah VNC Server saja ! Bila anda menginginkan PC anda hanya bisa meremote PC lain tanpa bisa diremote dari PC lain, pilihlah VNC Viewer saja ! Tapi bila anda menginginkan PC anda bisa diremote dan meremote dari / ke PC lain, pilih VNC Server dan Viewer. 
        

    7.  Nah apabila anda memilih komponen VNC Server dilangkah yg sebelumnya,  maka anda akan ditanyakan apakah ingin mendaftarkan VNC sebagai service di PC anda ? Saran saya, sebaiknya dicentang saja untuk pilihan ini.
         
    8. Setelah itu, ditampilkan summary dari hasil proses installasi sebelum benar-benar software tsb di install di PC anda.
        
    9. Diakhir proses instalasi, ditanyakan apakah ingin memasang password ketika PC anda akan diremote menggunakan VNC ? Lalu pilih Configure.
        
    10. Isikan dengan password yg anda inginkan.

    11. Sampai disini belum selesai ! Cari tab “Connection”, dan masukkan di firewall anda port 5900 dibagian “Exception” bila menggunakan firewall bawaan Windows XP, apabila anda mengaktifkan firewall ! Agar software ini bisa digunakan.
      

      
        12. Sampai disini, proses installasi sudah berhasil dilakukan. Nah untuk melihat apakah service RealVNC sudah berjalan, lihat ke kanan bawah desktop / kolom system tray icon, apakah sudah nampak seperti ini ?


    13. Apabila RealVNC sudah berjalan dengan baik, maka anda sudah dapat menggunakannya. Apabila tidak, silahkan kalian lakukan proses Uninstall dan ikuti langkah-langkah yg ada diatas.

    14. Untuk dapat menggunakan RealVNC, anda install kembali software ini di PC selain milik anda yg tentunya dalam 1 jaringan yg sama dengan PC anda. Langkah-langkahnya sama dengan yg ada di atas.

    15. Apabila sudah diinstall, untuk dapat meremote PC lain jalan VNC Viewer dengan melalui : Start – All Programs – Real VNC – VNC Viewer 4 – Run VNC Viewer.
    16. Pada kolom “Server”, masukkan IP Address dari PC yg akan anda remote dan tentu saja yg sudah terinstall RealVNC juga. Setelah itu, tekan “Ok”.

    17. Masukkan password yg telah anda setup ketika anda menginstall RealVNC di PC tersebut.  Jangan sampai salah ! Setelah itu tekan “Ok”. Apabila sudah benar melakukan semua langkah-langkah ini, maka anda akan berhasil melakukan Remote terhadap PC user yg ada didalam jaringan anda.
        




           


         
      

    Know us

    PAPAN INFORMASI
    Ini merupakan papan informasi bagi mahasiswa seputar Lab Komputer STMIK Sinar Nusantara Surakarta







    Our Team

    Contact us

    Nama

    Email *

    Pesan *