Selasa, 14 Februari 2012


Dengan arsitektur Sandy Bridge-EP yang ditujukan untuk pasar enterprise, Intel sedang menyiapkan 40 prosesor baru yang menggunakan arsitektur tersebut.
Dikutip dari DigiTimes, sepanjang paruh pertama tahun 2012 ini, Intel akan meluncurkan hingga 40 prosesor Intel Xeon baru dengan pembagian dua kuartal.
Pada kuartal pertama Intel akan meluncurkan Xeon E5-1660 dan E5-1650 yang memiliki enam core, dan satu prosesor empat core yang masih akan diumumkan nanti.
Selain itu, Intel juga akan meluncurkan tujuh prosesor delapan core, termasuk Xeon E5-2690, empat prosesor enam core, termasuk Xeon E5-2640, tiga prosesor empat core, dan dua prosesor dual core. Intel juga akan meluncurkan beberapa varian Xeon irit daya.
Pada kuartal berikutnya, Intel akan meluncurkan 20 seri prosesor lainnya, termasuk prosesor Intel Xeon yang berbasis Ivy Bridge. Selain itu, Intel juga akan menghadirkan tujuh prosesor Intel Xeon E5 lainnya, dan juga meluncurkan varian Xeon irit daya, seperti Xeon E5-2650L dan E5-2630L.

Nama    : Yusuf Azis Hidayat
Asal       : SMK MUHAMMADIYAH 1 SUKOHARJO
Jurusan  : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)






Para pembuat motherboard mengatakan bahwa beberapa produk mereka yang berbasis chipset Intel Z77 telah siap meluncur dalam waktu dekat.
Pernyataan itu terungkap setelah Intel selesai melakukan percobaan beberapa bulan terakhir terhadap chipset tersebut bagi pendukung prosesor Ivy Bridge.
Selama itu pula, para produsen motherboard telah siap mengambil ancang-ancang dan berlomba menjadi yang terdahulu dalam memanfaatkan chipset Intel Z77. Namun, mereka baru akan meluncurkan varian motherboard masing-masing setelah Intel memproduksi prosesor tersebut secara besar-besaran terlebih dahulu.

Sedikit bocoran yang diketahui dari chipset ini yaitu dukungan slot grafis yang sudah menggunakan generasi 3.0.dan menyediakan 2 slot grafis PCI Express x16 bagi penggunaan mode kartu grafis ganda. Sedangkan, slot ekspansi lainnya masih menggunakan generasi 2.0 seperti pada PCI Express x1.
Selain itu, chipset ini sudah menggunakan native port USB 3.0 yang berjumlah 4 port. Port USB 3.0 memang bukan hal yang baru, namun sebelumnya Intel menggunakan chip pihak ketiga dalam menghadirkan dukungan port tersebut. Dengan dukungan tersebut, kita lihat saja nanti apakah dengan menggunakan chip sendiri, port USB 3.0 akan lebih cepat dari sisi performa dan lebih murah dari sisi harga.

Sementara itu, feature-feature lain dari Intel Z77 mirip dengan chipset Intel Z68 di mana keduanya memiliki fungsi grafis onboard serta pilihan untuk melakukan overclock Selain itu, Intel juga dikabarkan sedang mengerjakan chipset yang dirancang untuk segmen bisnis yang lebih fokus pada fungsi keamanan data.

SUMBER: http://www.infokomputer.com/
.::Thank you::.

Kamis, 09 Februari 2012

 Nama : Ashar Dicky

ternama dunia Apple, akan meluncurkan produk terbarunya. Produk terbaru itu adalah generasi terbaru dari iPog yaitu iBangle. Dengan menggunakan desain kaca berbentuk kurva dan bisa digunakan pada pergelangan tangan,yang diproyeksikan sebagai pengganti iPod Nano. Dengan kata lain, iBangle dari Apple ini memiliki design yang sangat simple yang bisa dikalungkan pada pergelangan tangan sehingga tidak mudah hilang. Karena dapat di kalungkan di pergelangan tangan, kita jadi lebih mudah membawa-bawa iBangle kemanapun dan tidak perlu khawatir untuk tertinggal disuatu tempat.

Jika Siri jadi ditempatkan pada semua perangkat Apple pada tahun depan, maka penggunanya bisa memerintahkan perangkat tersebut untuk memainkan lagu tertentu, memeriksa keadaan cuaca atau berbagai perintah lain. Selain itu nantinya akan dibenamkan teknologi terbaru Bluetooth 4.0 dan FR 70, sebuah perangkat navigasi yang lebih memudahkan penggunanya.



ada tombol pengontrol volume, mengganti lagu, dan tempat keluar-masuknya udara
trackpad


headphones tanpa kabel/wire less

Dari informasi The New York Times membuat sebuah informasi dimana iPhone dan iPod  akan berkolaborasi. Sebagai informasi iPod yang digunakan di pergelangan tangan tersebut akan menjadi media display bagi permintaan pengguna pada iPhonenya.Cukup menarik jika rumor ini menjadi kenyataan, karena produk Apple akan dibuat lebih fleksibel tentunya.

Jadi gak sabar nih nunggu iBangle diluncurkan ke pasaran, kira-kira kalau bentuknya seperti itu bagaimana menchargernya yaa? apakah dicharger dengan wire less juga ?? Apple emang benar-benar selalu memunculkan design dan teknologi yang sangat hebat dan memudahkan penggunaan.

        





        Pameran Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional ke-13 diselenggarakan di Kendari Sulawesi Tenggara, selama 5 (lima) hari dari tanggal 12 Oktober hingga 16 Oktober 2011, diikuti oleh 28 (duapuluh delapan) propinsi di Indonesia dan 280 stand ikut memamerkan ratusan inovasi teknologi dari berbagai propinsi
Puspiptek Serpong berpartisipasi mengikuti pameran ini dan bergabung dengan propinsi Banten dengan menampilkan inovasi teknologi berupa Solar Cell dan Aplikator Pupuk Curah.
        Teknologi Tepat Guna merupakan wadah untuk memamerkan sekaligus memasarkan seluruh industri daerah, terutama kepada mereka yang mempunyai teknologi baru tetapi tidak mempunyai label industri, dan forum ini diharapkan dapat dijadikan tukar pengalaman sesuai komoditi daerah yang dibanggakan
Pameran Teknologi Tepat Guna Nasional ke-13 di Kendari mengambil tema    “ Dengan Teknologi Tepat Guna Indonesia Bisa Meningkatkan Kreatifitas dan Produktifitas Dalam Mengembangkan Potensi Lokal Untuk Membangun Ekonomi Bangsa Yang Kuat “
        Acara dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Budiono, serta dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata dan Gubernur maupun Wakil Gubernur seluruh propinsi yang ikut dalam pameran tersebut.
Dalam pidato pembukaan pameran Teknologi Tepat Guna tingkat Nasional tersebut Budiono menyampaikan, bahwa dia kagum dengan kekayaan tambang Sulawesi Tenggara yang mencapai triliunan rupiah dan Budiono berharap dalam pengelolaannya harus sesuai prosedur agar masyarakat meningkat kemakmurannya, dalam hal ini sumber daya alam harus terkelola dengan baik.
        Sementara itu Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pameran Teknologi Tepat Guna ini dapat dijadikan Wisata Iptek Tahunan.
Selama Pameran TTG berlangsung tidak kurang dari 6500 (enamribu limaratus) pengunjung perharinya, sejumlah produk makanan olahan dan komoditas turut memamerkan dan menjual produk-produknya.

Rabu, 08 Februari 2012

Nama         : Ganjar Ariyoyo
Asal            :SmK Ganesha Tama Boyolali
Jurusan       :Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Meski RUU SOPA dan PIPA belum resmi disahkan dan masih menjadi perdebatan didunia maya, namun masalah pembajakan hak cipta diinternet sudah mulai dilancarkan pemerintah Amerika.

Beberapa waktu lalu, FBI menutup situs penyimpan data populer Megaupload atas tuduhan melanggar hak cipta yang telah merugikan para pemegang hak cipta sebesar US$500 juta. Meski bermarkas di Hongkong, Megaupload tersandung hukum di Amerika karena terbukti menggunakan sebagian besar servernya dari Amerika. Hal inilah yang membuatnya menjadi incaran pihak pemerintah AS. Atas kasus ini FBI langsung menangkapi beberapa petinggi Megaupload yang tersebar dibeberapa negara.

Dampak dari kasus ini dikhawatirkan akan melebar ke seluruh penjuru dunia. EFF (Electronic Frontier Foundation), suatu organisasi pembela hak kebebasan berbicara dan hak digital di internet termasuk yang memprotes keputusan tersebut. Mereka khawatir tindakan tersebut akan membawa dampak besar terhadap hukum yang berlaku. Penerapan hukum international seperti ini akan menakutkan, karena mereka bisa menangkap seseorang warga negara lain yang berdomisili diluar Amerika hanya atas tuduhan penggaran hak cipta.

Para aktivitis hacker atau disebut hacktivist melakukan hack terhadap beberapa situs yang dianggap bertanggung jawab atas ditutupnya situs tersebut. Situs FBI (www.fbi.gov), Departemen Kehakiman AS (www.justice.gov), perusahan rekaman Universal Music (www.universalmusic.com), Asosiasi Film Amerika (www.mpaa.org), dan Asosiasi Industri Rekaman Amerika (www.riaa.com). Hingga artikel ini dibuat, hanya situs FBI dan Departemen Kehakiman AS saja yang sudah pulih.

Salah satu kelompok hacker bernama Anonymous mengklaim bertanggung jawab atas pembajakan situs pemerintah AS tersebut. Anonymous mengatakan bahwa serangan kali ini merupakan yang terbesar. "Kami ada disini, kami siap untuk melancarkan perang Cyber kepada pihak yang akan merugikan para pengguna internet. Bangkit dan bergabunglah bersama kami untuk memperjuangkan hak-hak  Anda. Megaupload ditutup meski RUU SOPA dan PIPA belum disahkan. Bayangkan jika RUU tersebut disahkan, maka era Internet yang selama ini kita kenal akan berakhir", tegas Anonymous.

Anonymous menggunakan serangan DDoS (Distribute Denial of Service) yang akan mengirimkan trafik secara besar-besaran ke suatu situs sehingga server akan mengalami crash akibat beban yang terlalu besar.

            Baru-baru ini telah beredar sebuah informasi dimana situs-situs file sharing telah berada dalam pengawasan FBI. Data yang dipublikasikan melalui situs Pastebin.com tersebut juga menyebutkan beberapa telah menutup layanannya dan telah diinvestigasi FBI. Diantaranya yaitu:

FileServe, telah menghentikan layanan premium-nya.
UploadStation, dikunci di Amerika Serikat.
FileJungle, telah menghapus semua berkasnya dan dikunci di Amerika Serikat
FileSonic, masih dalam pengawasan FBI.
VideoBB, ditutup dan telah menghilang.
Uploaded, dicekal di Amerika Serikat dan FBI sedang mencari keberadaan pemiliknya.
FilePost, telah menghapus segala berkas-berkasnya kecuali file berekstensi PDF dan Txt.
Videoz, ditutup dan dikunci dinegara yang berafiliasi dengan Amerika Serikat.
4Shared, telah menghapus konten yang memiliki hak cipta dan tetap menunggu investigasi FBI.
MediaFire, dipanggil untuk bersaksi pada 90 hari kedepan dan mesti membeberkan segala berkasnya kepada FBI.
Org torrent, akan menghilangkan segala konten illegalnya selama 30 hari kedepan, dan berapa dalam investigasi kriminal.
Network Share mIRC, menunggu keputusan kasus untuk melanjutkan atau menghentikan.
Koshiki, masih beroperasi penuh di Jepang dan tidak akan bergabung dengan SOPA/PIPA.
Shienko Box, masih beroperasi penuh di Cina dan Korea, tidak akan bergabung dengan SOPA/PIPA.
ShareX BR, mengatakan akan bergabung dengan SOPA/PIPA.

1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution


                   SUMBER: http://www.infokomputer.com
                  http://www.surya.co.id/2012/01/30/situs-situs-sasaran-fbi-berikutnya
                                                        <<ENDED>>



Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution




Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya: 1. BayFiles Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah. 2. DepositFiles Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan "Gold" yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload. 3. Divx Stage Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB. 4. HulkShare Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare 5. MediaFire Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola. 6. MegaShares Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu. 7. NovaMov Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini. 8. OvFile Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai "layanan penyimpanan video online" membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan. 9. PutLocker PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna. 10. RapidShare Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar. 11. SockShare Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium). 12. UpLoadHere Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar. Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan. 13. UpLoadKing Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan. 14. WUpload Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB. 15. ZShare Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Read more at: http://ajenkecho.blogspot.com/2012/02/15-situs-terancam-ditutup-seperti.html
Copyright ajenkecho.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution

Know us

PAPAN INFORMASI
Ini merupakan papan informasi bagi mahasiswa seputar Lab Komputer STMIK Sinar Nusantara Surakarta







Our Team

Contact us

Nama

Email *

Pesan *